Haji Tanpa Tasreh, Inilah Sanksi yang Akan Diterima Jamaah Haji
07 Jul 2017 01:30:53 WIB | Adi Winarto | dibaca 8055
Ket: Check Point
Foto: Dok. Pri



Dammam, LiputanBMI - Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mengeluarkan kampanye bertajuk 'Tidak Ada Haji Tanpa Tasreh' bagi jamaah haji lokal (tinggal di dalam negeri).

Aturan ini dibuat agar tidak terjadi kelebihan kapasitas di area haji yang dapat menyebabkan gangguan keamanan dan kenyamanan selama beribadah.

Perubahan dan perbaikan sistem penerbitan tasreh (surat izin berhaji) terus dilakukan, hingga mulai tahun 2014 telah diberlakukan sistem online.

Dengan demikian, pemalsuan dan mark up harga tasreh yang biasa terjadi pada tahun-tahun sebelumnya dapat dihindari. Sekaligus, jumlah kuota haji dalam negeri Arab Saudi dapat terkontrol.

Bagi para pelaku yang melanggar ketentuan berhaji, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi telah mengeluarkan sanksi tegas bagi pelanggarnya. Berikut ancaman hukumannya:

1. Mengangkut jamaah haji tanpa tasreh

Sanksi berupa denda sebesar-besarnya SR 100,000, penjara paling lama 2 tahun, dan mobil yang digunakan mengangkut pelanggar disita selamanya.  

2. Haji Lokal Tanpa Tasreh

Sanksi berupa deportasi bagi warga asing ke Negara asalnya (tarhil) dan larangan memasuki Arab Saudi selama 10 tahun.

Pihak imigrasi Arab Saudi juga memberikan sanksi tegas bagi jama’ah haji luar negeri yang melewati batas izin tinggal.

Sanksi ini dibagi dalam beberapa tingkatan berupa denda uang mulai SAR 15,000 hingga SAR 50,000, penjara mulai 3 hingga 6 bulan, dan deportasi ke negara asal.

Sanksi Hukuman Pelanggar Hajian
Ket. foto: Sanksi Hukuman Pelanggar Hajian
Sumber foto: Dok. Pri

Untuk itu, diharapkan warga asing di Arab Saudi yang hendak berhaji, memperhatikan betul-betul aturan tasreh ini. Dengan membeli tasreh berarti mendapatkan fasilitas tenda selama mabit di Mina, wukuf di Arafah, dan Muzdalifah beserta makan dan konsumsi yang terjamin.

Jamaah haji lokal yang ber-tasreh juga dapat menikmati monorel yang menghubungkan Arafah-Muzdalifah-Mina selama 7 hari hajian (kecuali program moyassur).

Lihat video kampanye “Tidak Ada Haji Tanpa Tasreh” dengan subtitle bahasa Indonesia di sini.

 

 (JLL, 07/07)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh