Program Hajian Dalam Negeri Arab Saudi
29 Jul 2017 22:03:35 WIB | Adi Winarto | dibaca 1696
Ket: daftar harga program hajian
Foto: Dok. Pri



Dammam, LiputanBMI - Menjelang bulan Dzulhijjah, ekspatriat dan warga yang mukim di Arab Saudi mulai menyiapkan dirinya untuk menunaikan ibadah haji.

Melalui Kementerian Haji dan Umrah, pemerintah Arab Saudi telah menyusun berbagai peraturan pelayanan haji dalam negeri (lokal). Di antaranya penyediaan tasreh dengan pilihan program-programnya.

Pada tahun 2017, pemerintah Arab Saudi mengalokasikan kuota 239,000 untuk haji dalam negeri. Berdasarkan program yang direncanakan, terbagi menjadi tiga; 23,477 tasreh untuk program low fare,  10,000 tasreh muyyasar, dan sisanya sebanyak 205,523 tasreh untuk normal fare.

Dibandingkan tahun lalu kuota haji dalam negeri sebanyak 537,537. Jadi, kuota tahun ini berkurang lebih dari 50% dari tahun lalu dan program low fare dipangkas lebih dari 70%.

Program Low Fare

Program hajian ini merupakan program yang paling diminati ekspatriat di Arab Saudi karena harganya yang murah dengan fasilitas yang cukup.

Ongkos naik haji dengan program ini mulai dari SAR 3,477 hingga SAR 4,797.  Perbedaan harga ini berdasarkan lokasi pemberangakatan jamaah haji, apakah dari dalam atau luar kota Makkah.

Perbedaan fasilitas juga berpengaruh terhadap harga, seperti lokasi grup tenda antara H, D2, D1 hingga A1, memiliki selisih harga sebesar SAR 100 dari setiap grup.

Adapun fasilitas kereta api atau bus di dalam Armina (Arofa, Muzdalifah, Mina) sudah termasuk dalam biaya tasreh.    

Program Muyassar

Program muyassar tidak jauh berbeda dengan low fare, hanya saja jamaah haji tidak menginap di tenda Mina selama mabit, tetapi menetap di penginapan yang direkomendasikan pemerintah di Aziziyah Makkah.

Untuk itu, biayanya sedikit lebih murah, yaitu sebesar SAR 3,465.

Program Normal Fare

Program ini bertingkat-tingkat sesuai dengan fasilitas yang ditawarkan. Di tingkat 3 (Tier Three), di tenda Grup H paling murah dihargai SAR 6,508 hingga SAR 7,108 untuk tenda di Grup A1.

Selanjutnya harga merangkak naik pada setiap tingkat fasilitas yang lebih baik. Tingkat tertinggi di program normal fare dikenakan biaya sebesar SAR 11,905 untuk fasilitas di menara hotel selama mabit di Mina (di luar biaya transportasi dari kota jamaah haji).

Sementara pemesanan (booking) tasreh mulai dibuka pertanggal 1 hingga 30 Dzulqadah dengan cara online. Hanya saja untuk mendapatkan tasreh untuk program yang diminati dan harga termurah, tidaklah mudah karena kuota yang sangat terbatas.

Maka tak heran, jika sebagian calon jamaah haji menggunakan jasa atau kelompok hajian untuk proses pemesanan dan pembelian tasreh tersebut.(JLL, 29/07)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh