Pentingnya Imunisasi Meningitis dan Influenza Sebelum Berhaji
08 Aug 2017 01:35:42 WIB | Adi Winarto | dibaca 343
Ket: Keterangan Imunisasi Meningitis di Rumah Sakit Pemerintah Saudi
Foto: Dok. Pri



Dammam, LiputanBMI - Kerumunan manusia dari berbagai bangsa dan negara selama hajian berpotensi terjadinya penularan penyakit. Di antara yang paling dikhawatirkan adalah penularan virus meningitis dan influenza.

Perlu diketahui, meningitis merupakan penyakit radang yang terjadi pada selaput atau membran otak dan sumsum tulang belakang yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri dan mikroorganisme.

Pada kasus tertentu dapat juga disebabkan oleh kesalahan dalam penggunaan obat-obatan tertentu. Penyakit ini sering mengakibatkan terjadinya kematian mendadak, jika tidak ditangani secara serius sehingga kondisi meningitis biasa disebut Darurat Medis (sumber: halosehat).

Karena bahayanya virus tersebut, maka seluruh jamaah haji diharuskan mendapatkan suntik imunisasi. Persyaratan kesehatan ini tidak hanya berlaku bagi haji luar negeri Arab Saudi, tetapi juga bagi jemaah haji dalam negeri.

Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Kesehatan telah memberikan layanan gratis suntik imunisasi meningitis dan influenza di seluruh rumah sakit pemerintah. Jadi, calon jamaah haji hanya diminta datang ke rumah sakit pemerintah dengan membawa kartu identitas mukim (iqomah) yang asli. Beberapa rumah sakit mensyaratkan dengan membawa tasreh (izin berhaji).

Rumah sakit pemerintah di Arab Saudi melayani suntik imunisasi gratis mulai jam 8.00 pagi hingga 4.00 sore. Sebagai alternatif, calon Jemaah haji dapat mendapatkan suntik imunisasi di rumah sakit swasta dengan membayar SR 300.

Tahun lalu, Kementerian Kesehatan Arab Saudi menggandeng jasa taksi online Uber untuk pemanggilan dokter ke rumah calon jamaah haji yang ingin mendapatkan suntik imunisasi. Setelah menginstall aplikasi Uber di smartphone, tinggal memilih opsi antar dokter oleh uber ke lokasi yang diinginkan.

Setelah mendapatkan suntikan imunisasi, calon Jemaah haji akan diberi sertifikat imunisasi yang harus dibawa saat berangkat berhaji. Pemeriksaan terhadap surat keterangan imunisasi ini biasa dilakukan oleh petugas di pos-pos pemeriksaan tertentu.

Jangan sampai ibadah kita menjadi musibah dengan datangnya penyakit, jika tidak melakukan tindakan preventif dengan imunisasi ini. Sebagaimana nasehat “al-wiqoyah khoirun minal ‘ilaaj” yang artinya “mencegah lebih baik daripada mengobati.”(JLL, 08/08)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh