Peralatan Yang Harus Anda Bawa Untuk Berhaji
14 Aug 2017 03:03:52 WIB | Adi Winarto | dibaca 716
Ket: Jemaah haji berkacama hitam dengan HP-nya
Foto: Dok. Pri



Dahran, LiputanBMI - Calon jemaah haji yang hendak berangkat ke Baitullah, perlu memperhatikan peralatan yang diperlukan selama berhaji. Agar tepat guna dan tidak membawa barang berlebihan, berikut ini beberapa peralatan yang perlu dipersiapkan.

- Dokumen dan Peralatan Penting

Bawa selalu dokumen penting seperti Kartu Tanda Mukim (iqomah) asli, bukan fotokopian, tasreh berhaji, dan surat keterangan suntik vaksin meningitis. Ketiga dokumen ini waijb hukumnya dibawa jemaah haji domestik jika ingin lolos dari pemeriksaan check point masuk ke Makkah.

Bersama dengan dokumen tersebut, jangan lupa alat komunikasi (HP), bawa selama berhaji, karena sangat dibutuhkan dalam keadaan genting. Tidak lupa lengkapi dengan charger. Selain itu, bawa buku panduan berhaji dan tas kecil untuk menyimpan dokumen dan peralatan prioritas ini.

- Imaniyat

Berhaji adalah kegiatan ibadah. Maka jemaah haji perlu melengkapinya dengan mushaf al-Quran ukuran kecil untuk memudahkan dibawa dan dibaca saat di Armina (Arofah, Muzdalifah, Mina). Lengkapi pula dengan buku doa dan dzikir dan sajadah shalat. Sebagian agen perjalanan haji (syarikah hamlah) menyediakannya, tetapi lebih bijak membawanya dari rumah.

- Alat Kebersihan

Sebelum berihram umrah dan haji, disunnahkan untuk membersihkan diri, oleh karenanya jangan sampai tertinggal ala-alat kebersihan seperti sabun, sampo, pasta dan sikat gigi, serta handuk dan sisir. Tapi perlu diingat, tidak diperkenankan menggunakan alat kebersihan tersebut yang beraroma wangi, maka pilihlah yang tanpa wewangian.

- Peralatan Pribadi

Peralatan ini meliputi kaca mata hitam untuk menghindari panas dan silaunya sinar matahari selama di Armina. Payung, sandal dan plastiknya, juga sepatu olah raga jika diperlukan untuk perjalanan kaki di Armina, sebaiknya dibawa.

- Peralatan Kesehatan

Meskipun pihak agen penyelenggara haji menyediakan dokter dan ruang kesehatan beserta obat-obatannya, ada kalanya jemaah memerlukan beberapa obat atau vitamin yang sesuai. Maka, ada baiknya jemaah membawa obat herbal, krim kulit, salep, atau vitamin dan suplemen penjaga stamina.

Bagi wanita yang dikuatirkan tiba “tamu bulanan” (haidh), maka ulama membolehkan meminum obat penahan keluar darah haidh, sehingga dapat menunaikan ibadah hajinya sempurna. Untuk ini, perlu dikonsultasikan dengan dokter atau orang yang mengetahui ilmu tentangnya. Adapun jenis obatnya banyak tersedia di apotek.(JLL, 14/08)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh