Berapa Batas Maksimal Kirim Uang?
14 Mar 2018 14:41:51 WIB | Tatang Muhtar | dibaca 4346
Ket: Ilustrasi
Foto: Google



Riyadh, LiputanBMI - Pada dasarnya berarpapun uang yang anda miliki itu bisa dikirim melalui kantor remitansi atau bank asalkan memenuhi syarat dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Ketentuan yang utama adalah uang tersebut jelas sumber dan peruntukannya. Misal, sumbernya dari gaji dan dikirim untuk keperluan keluarga di Indonesia. Tentu saja pihak bank akan melakukan penilaian dan verifikasi, jika semuanya valid maka akan langsung dikirim.

Lalu berapa batas maksimal pengiriman bagi para ekspatriat dan pekerja asing di Arab Saudi?

Dari penelusuran dan informasi yang berhasil dikumpulkan tim LiputanBMI, jawabannya terbagi ke dalam dua kategori; dari sisi pengirim dan dari sisi kantor remitansi atau bank.

Walau kami sudah berusaha menyajikan secara singkat dan dengan bahasa yang mudah, namun tetap saja tulisannya agak panjang, semoga bermanfaat.

 

Dari Sisi Pengirim

Batas maksimal jumlah kiriman uang adalah jumlah yang sesuai dengan pendapatan atau gaji pengirim, misalnya para pekerja di sektor informal (PRT, sopir pribadi) yang rata-rata gajinya berkisar antara 1.200 – 2.500 Riyal per bulan maka batas amannya adalah SR 30.000 per tahun.

Demikian halnya dengan pekerja sektor formal (syarikah, kantor pemerintah) yang gajinya berkisar antara 2.000 – 10.000 Riyal per bulan, maka batas amannya adalah SR 25.000 - 120.000 per tahun.

Berbeda dengan pekerja profesional yang gajinya di atas 10.000 atau pun 50.000 Riyal per bulan, mereka bisa saja mengirimkan uang sekali kirim sebesar SR 30.000 atau maksimal hingga SR 500.000 per tahun.

Tentu saja para pekerja profesional yang gajinya melebihi gaji Dubes itu sudah melampirkan surat keterangan gaji dari perusahaan tempat mereka bekerja. Jadi aman, tidak masalah.

 

Dari Sisi Kantor Remitansi

Semua kantor pengiriman uang di Arab Saudi terikat oleh ketentuan yang sama yang diterapkan oleh Saudi Arabia Monetary Agency (SAMA), kalau di Indonesia sepadan dengan OJK dan BI.

Salah satu ketentuannya adalah para petugas teller berkewajiban melakukan penilaian awal apakah pengirim melakukan transaksi yang wajar atau tidak wajar.

Ketentuan lainnya adalah, jika kiriman lebih dari SR 7000 sekali kirim maka, petugas teller harus berkonsultasi dengan manajer cabang untuk dilakukan verifikasi.

Penilaian wajar dan tidak wajar dilihat dari besaran gaji si pengirim dengan besaran uang kiriman dan catatan history (rekam jejak) transaksasi yang sering dilakukan.

Petugas teller yang tidak melakukan prosedur yang berlaku akan dikenakan sanksi yang berat jika meloloskan transaksi yang tidak wajar. Sanksi berupa peringatan, mutasi hingga deportasi bahkan bisa dipenjarakan.

Jadi hal yang wajar jika pada saat kita mengirimkan uang lebih dari 7.000 Riyal, akan ditanya asal uang ini dari mana. Jika jawaban kita meragukan maka akan ditolak. Sewaktu-waktu bisa saja kita diminta untuk menghadirkan saksi atau bukti seperti keterangan dari majikan ataupun surat keterangan gaji dari perusahaan.

 

Bersambung ...

Lalu bagaimana jika seorang pekerja yang gajinya 2.000 Riyal per bulan, tetapi bermaksud mengirimkan uang 10.000 Riyal?(TTG, 14/03)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh