Pekerja Migran Indonesia (PMI ) dan Narkoba 1
07 Sep 2018 06:42:26 WIB | Hani Tw | dibaca 94
Ket: Stop pemakaian narkoba
Foto: Dok. Pri



Taipei, LiputanBMI -  Akhir-akhir ini banyak media lokal Taiwan yang memberitakan kasus Tanaga Kerja Asing (TKA) yang tertangkap karena kasus mengkonsumsi narkoba di tempat- tempat hiburan, di penginapan bahkan ditempat mess.

      Tu bing (毒品) adalah sebutan narkoba dalam bahasa mandarin. Narkoba di Taiwan mudah didapatkan, sudah banyak pengedar yang menjual belikan narkoba tersebut. Apalagi sekarang sudah dicampur dengan bahan kimia dan dikemas dengan berbagai bentuk. Jadi sulit membedakan mana kemasan makanan yang asli dan yang sudah dicampur dengan narkoba. Yang menjadi sasaran sekarang adalah TKA yang dengan status ilegal dimana mereka akan mencari pekerjaan apa saja untuk mendapatkan penghasilan.

      Para pengedar akan mengelabuhi mereka dengan iming- iming imbalan yang tinggi atau bisa mendapatkan untung yang banyak. Seperti dilansir media lokal beberapa waktu lalu, dua orang warga negara Indonesia tertangkap basah saat mengkonsumsi narkoba yang sudah dikemas berupa serbuk minuman kopi di sebuah penginapan di daerah Chongli Dist., Taoyuan.

       Awalnya mereka tidak mengakui kalau kemasan yang dibawanya adalah narkoba. Setelah didesak oleh polisi dengan disaksikan petugas penginapan bahwa barang tersebut bukan barang yang disediakan oleh penginapan , akhirnya mengaku kalau serbuk minuman sachet tersebut dibeli dari seseorang. "Saya membelinya dari seseorang dengan panggilan si botak November tahun lalu dengan harga perbungkus NTD 500," demikian pengakuannya kepada polisi. Hukuman bagi pemakai narkoba di Taiwan tidaklah ringan.

      KN (nama samaran) salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pernah tertangkap saat mengkonsumsi narkoba di daerah Kaohsiung akhirnya menerima hukuman enam tahun penjara. Kasus diatas adalah beberapa contoh pemakai narkoba yang tertangkap di negara lain. Mereka harus menerima hukuman sesuai dengan peraturan negara tersebut.

      Sekarang banyak sekali PMI yang secara tidak langsung terlibat dalam penyelundupan perdagangan narkoba.Terutama PMI yang akan pulang cuti atau pulang karena masa kontrak sudah habis. Mereka dititipi barang yang tanpa diketahui isinya atau dititipi barang dengan imbalan yang menggiurkan. Setelah sampai di bandara Indonesia diketahui kalau dalamnya adalah narkoba. Dengan alasan apapun mereka tidak bisa mengelak dari cekalan polisi bandara, mau tidak mau harus ditahan untuk melakukan pemeriksaan, karena barang haram tersebut ada dalam barang bawaannya.Bersambung......(HNI, 07/09)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh