Tips Cegah Terjadinya Penipuan Pengiriman Uang
08 Sep 2018 16:23:31 WIB | Hani Tw | dibaca 1379
Ket: Contoh bukti transfer uang
Foto: Internet



Taipei, LiputanBMI - Semakin banyaknya aplikasi pengiriman uang memang memudahkan untuk melakukan transaksi keuangan, tapi bukan berarti semuanya bisa aman. Selain itu banyak pekerja perawat pasien yang tidak bisa keluar, maka salah satu cara untuk bisa mengirimkan uang adalah dengan menitipkan sejumlah uang kepada temannya.

Akhir- akhir ini di Taiwan sudah banyak korban penipuan pengiriman uang dalam bentuk bukti transfer elektrik, ataupun slip setoran yang sudah diedit.

Untuk menghindari terjadinya penipuan atau supaya tidak menjadi korban penipuan berikut 10 cara untuk mencegahnya:

1. Sebelum mengirimkan uang, mintalah foto copy ARC pemilik rekening

2. Pastikan nomor dan nama pemilik rekening sesuai dengan nama di ARC.

3. Sebaiknya transaksi dilakukan langsung di bank terdekat. Jika mengirim uang ke Indonesia lakukan pengiriman melalui bank resmi atau toko Indonesia yang bisa dipercaya.

4. Jangan sekali-kali meng-upload bukti transferan karena justru akan dimanfaatkan oleh penipu

5. Jika transfer melalui ATM menemukan kejanggalan pada nomor rekening pada transferan pertama dan ke dua, maka jangan melakukan transfer untuk ke tiga kalinya.

6. Jika membeli barang secara online sebaiknya pilih yang memakai sistem Cash On Delivery (COD) yaitu membayar ketika barang yang dibelinya sampai ke alamat kita.

7. Jangan memberikan nomor rekening ke sembarang orang

8. Jangan menggunakan LINE atau aplikasi lain untuk mengirim nomor rekening. Jika sudah terlanjur segera menghapusnya.

9. Jika ada kejanggalan atau tertipu segera lapor ke nomor telpon 110 (kantor polisi ) atau ke 165 saluran telpon pelayanan kasus penipuan 24 jam.

10. Simpan bukti transferan minimal 5 tahun(HNI, 08/09)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh