Ikuti Aturan Hajian
30 Jun 2017 03:29:07 WIB | Adi Winarto | dibaca 541
Ket: TKI Hajian, setelah lempar jamarat
Foto: Dok. Pri



Dammam, LiputanBMI - Beberapa tahun terakhir ini, pemerintah Arab Saudi telah memberlakukan sistem online untuk penerbitan tasreh (izin hajian) bagi calon jama'ah haji dalam negeri.

Sistem ini diharapkan ampuh memberantas pemalsuan tasreh dan mengurangi jama'ah haji ilegal yang menjadi salah satu momok terbesar Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Sebagai tuan rumah bagi umat Islam seluruh dunia, musim haji menjadi prioritas utama bagi Raja Arab Saudi yang menisbatkan diri sebagai Khadimul Haramain (Pelayan Dua Masjid Haram).

Untuk itu, berbagai upaya pengamanan dan pelayanan terus ditingkatkan, di antaranya penerapan sistem online bagi calon jama’ah haji local (al-Hujaj ad-Dakhiliy). 

Sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi yang taat hukum dan berniat menuaikan rukun Islam yang ke-5 tersebut, diharuskan memahami dan mengikuti aturan yang berlaku.

Baca: Persiapkan Harta, Ilmu, dan Izin Untuk Berhaji

Kendala utama yang dirasakan oleh TKI untuk mengikuti aturan Kementerian Haji & Umrah Arab Saudi ini, di antaranya adalah bahasa.

Sehingga, meskipun sistem telah disiapkan serapi mungkin, masih saja terjadi kasus calon jama’ah haji dari TKI yang tertipu sehingga batal berangkat haji atau tertangkap karena melanggar aturan hukum yang berlaku.

Oleh karena itu, tepat dua bulan sebelum pelaksanaan haji tahun ini, LiputanBMI akan memberikan informasi dan mengulas tentang tata cara, peraturan, dan informasi terkait musim haji 1438 H (2017 M).(JLL, 30/06)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh