Persiapan Pertama Hajian Bagi TKI Arab Saudi
01 Jul 2017 03:40:52 WIB | Adi Winarto | dibaca 808
Ket: SS moi web
Foto: Dok. Pri



Dammam, LiputanBMI - Pergi haji ke Baitullah merupakan rukun Islam kelima yang wajib dikerjakan bagi muslim yang berakal, baligh, merdeka, dan mampu.

Jika tidak memnuhi syarat-syarat tersebut, maka belum menjadi kewajiban yang tidak harus dikerjakan bagi seorang muslim.

Di luar kewajiban yang telah diatur dalam agama dengan dalil-dalilnya, ada satu tambahan syarat berhaji bagi mukimin yang tinggal di Arab Saudi, termasuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Syarat ini diatur oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk keamanan dan kenyamanan selama hajian di Masy’aril Haram.

Oleh karena itu, persiapan pertama yang harus dilakukan bagi calon jamaah haji dalam negeri adalah memeriksa izin kelayakan iqomah di website Kementerian Dalam Negeri (MOI) Arab Saudi (https://www.moi.gov.sa).

Caranya, Anda diharuskan memiliki akun Absher terlebih dahulu. Setelah masuk ke akun Abser Anda (login), pilih menu eServices, kemudian klik "Query Hajj Eligibility."  

ScreenShot
Ket. foto: ScreenShot
Sumber foto: Dok. Pri

Di laman ini, Anda akan langsung mendapatkan hasilnya, apakah Anda layak (diizinkan) pergi haji tahun ini atau tidak. Bagi Anda yang lolos uji kelayakan untuk hajian pada tahun ini, akan muncul notifikasi "eligible to do Hajj this year" seperti gambar di bawah ini.

layak hajian
Ket. foto: layak hajian
Sumber foto: Dok. Pri

Demikian pula jika ternyata Anda tidak diizinkan maka akan muncul pernyataan berbahasa Inggris yang artinya “tidak memenuhi kelayakan untuk pergi haji pada tahun ini,” sebagaimana gambar di bawah ini.

gak layak hajian
Ket. foto: gak layak hajian
Sumber foto: Dok. Pri

Layak tidaknya Anda untuk hajian pada tahun ini, merupakan hasil screening Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi. Di antara penyaringannya ditinjau dari masa berlaku iqomah dan apakah telah digunakan hajian dalam 5 tahun terakhir ini atau tidak.

Jika usia Anda dalam iqomah masuk dalam kategori belum wajib berhaji (belum baligh), maka Anda dianggap tidak layak hajian. Silahkan coba cek iqomah Anda sebelum hajian tahun ini.(JLL, 01/07)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh